Sia - Sia Banyak Perpustakaan Bila Tak Diimbangi Dengan SDM Berkualitas




spirit.my.id - Tak menampik, minat baca masyarakat pada buku terlebih kaum muda memprihatinkan, sebab itu berbagai program digalakan oleh pemerintah salah satunya Kotak Literasi Cerdas disingkat KOLECER.

Program ini merupakan gagasan Gubernur Jawa Barat, Ridwan kamil, yang diluncurkan di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, yang dihadiri oleh kepala Perpusnas, Walikota Bogor dan kepala Dispusida Jabar, pada 15 Desember 2018 lalu.

Sejak dilaunching, kehadiran KOLECER telah dapat dirasakan kehadirannya, pasalnya buku - buku yang disediakan KOLECER menarik dan kekinian.

Artikel Terkait :



Salah seorang pengelola KOLECER Kabupaten Bandung Barat, Budiman Santosa, mengaku bangga menjadi bagian dari penggiat literasi.

Budi, sapaannya menjelaskan, tantangan penggiat literasi di jaman now cukup berat, yakni punya tanggung jawab harus meningkatkan minat baca melalui buku sedangkan masyarakat lebih asyik dengan gadget yang lebih mudah dan praktis.

"Kita harus terus menginformasikan kepada masyarakat mengenai kelebihan membaca buku dibanding membaca di gadget, seperti kalau baca di buku itu jelas sumbernya, dapat dipertanggungjawabkan isinya. Lebih murah dan lebih sehat, serta mendorong suksesnya program pemerintah dalam bidang literasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,"kata pria bergelar Sarjana Ilmu Perpustakaan ini pada redaksi.

Untuk itu, Budi, mengatakan, agar buku disukai lalu dibaca, cover, judul dan isinya harus menarik, kreatif dan up to date.

Lanjut Budi, pemerintah sendiri telah menggolontorkan dana untuk semua instansi mulai dari Desa sampai Propinsi harus ada perpustakaan. Pun demikian pemerintah meminta pihak swasta menyediakan ruangan perpustakaan.

"Alhamdulillah jumlah perpustakaan di Indonesia itu terbanyak kedua sedunia,  yaitu sebanyak 164,610 perpustakaan, dibawah India sebanyak 323,605 Perpustakaan. Berdasarkan survei tahun 2018,"jelasnya.

Namun begitu, papah muda anak dua ini, menyayangkan, percuma banyak perpustakaam jika tidak dibarengi dengan kualitas pengelolaan mulai buku, fasilitas dan Sumber Daya Manusia (SDM)

"Hal tersebut merupakan PR buat pemerintah dan semua pihak untuk lebih memperhatikan kualitas perpustakaan agar dapat bersaing dengan gadget, minimal tidak tertinggal jauh dan menarik minat baca pengguna gadget agar beralih ke buku," tandas Budi.

Sehubungan dengan hal tersebut, pria kelahiran 1984 ini, berharap, pemerintah dan instansi terkait lebih serius dan sungguh - sungguh dalam memperhatikan perpustakaan, jangan sampai anggaran yang banyak untuk pengadaan bangunan dan fasilitas perpustakaan terbuang percuma apabila tidak dibarengi dengan SDM yang berkualitas.

"Diharapkan ada pelatihan atau bimtek yang rutin untuk pengelola perpustakaan, agar mereka tidak ketinggalan dalam kemajuan teknologi dan selalu ada inovasi dan ide - ide baru untuk menarik minat baca di instansinya masing - masing," harap Budi.


Perhatikan Juga Kesejahteraan Pengelola Perpustakaan.

Sementara terkait kesejahteraan para pengelola perpustakaan, Budi, tersenyum pahit, menurutnya jangankan untuk kebutuhan  sekunder atau tersier untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari saja tutup lobang gali lobang.

"Semoga dengan peningkatan honor pengelola perpustakaan bisa lebih memberikan dorongan semangat untuk memberikan layanan terbaik kepada para pemustakaan dengan inovasi dan kreatifitas yang terus dikembangkan," ucapnya.

Dengan begitu, Budi yakin, para penggiat literasi, makin terpicu semangatnya untuk bekerja lebih keras lagi sejalan dengan pemerintah yang terus mendorong peningkatan kualitas perpustakaan.

Bila hal ini bisa terwujud, Budi optimistis  suatu saat nanti masyarakat akan meningkat minat baca bukunya, dan meningkat pula kesejahteraan masyarakat nya.

Baca Juga :


https://www.spirit.my.id/2019/07/serius-belajar-jangan-ada-penyesalan.html

"Sesuai dengan slogan Perpusnas. Salam Literasi untuk kesejahteraan. Dengan meningkatnya literasi Insya Allah akan meningkat pula kesejahteraan dan negara kita akan jadi negara yang maju dan mampu bersaing dengan negara lain di seluruh dunia. Salam semangat literasi dari pengelola kolecer KBB,"pungkasnya seraya tersenyum.

Ingin lebih banyak tahu tentang KOLECER kunjungi saja di media sosial: FB: @kolecer lumpat
ig: @kolecer_bandung_barat


(Res)

Post a Comment for "Sia - Sia Banyak Perpustakaan Bila Tak Diimbangi Dengan SDM Berkualitas"