Nadalsyah : GSWI Harapan Baru Bagi Sepakbola Wanita

gswi sepakbola wanita
GSWI saat deklarasi

spirit.my.id - Tak dipungkiri, selama ini sepakbola wanita seolah terpinggirkan padahal jika diperhatikan tak kalah hebatnya dengan sepakbola putra, bahkan bukan tak mungkin bisa mencetak prestasi membanggakan bagi tanah air.

Namun seiring waktu, secercah harapan muncul tatkala kehadiran Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia atau disingkat GSWI, yang dipimpin oleh Nadalsyah, Bupati Barito Utara, kalimantan Selatan.

Tentu saja, adanya GSWI disambuit antusias oleh pelaku dan pecinta sepakbola wanita dengan harapan geliatnya akan semakin bergairah.

Artikel Terkait :

https://www.spirit.my.id/2021/06/ini-pesan-bupati-barito-utara-haji-nadalsyah-yang-berdarah-sunda.html

Alasan Nadalsyah menerima menjadi Ketua GSWI, karena menurutnya, sepakbola wanita butuh perhatian.

"Kalau di jalur putra kan memang sudah banyak yang “bermain”. Di putri belum banyak yang peduli. Justru di situlah poinnya. Bukankah lebih mulia kita peduli pada mereka yang benar-benar membutuhkan? katanya, pada Sigit Nugroho, Pemimpin Redaksi Kabar Kalimantan1, di markas Gerakan Sepakbola Wanita Indonesia (GSWI), APL Tower Lantai 6, Jakarta, Kamis (26/8/2021) siang.

Meski tangung jawabnya cukup besar, pria berdarah Sunda ini optimis bisa berhasil jika didukung oleh pengurus lainnya. Nadalsyah sendiri dengan tegas mengatakan, ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan sepakbola wanita.

"Ceritanya, saya waktu itu ditawari untuk memimpin GSWI. Katanya, ini gerakan dari bawah, ada perwakilan dari 26 provinsi. Saya bilang, dengan kesibukan saya, apakah pendamping seperti Wakil Ketua, Sekjen, dan pengurus lain siap mem-back-up? Saya katakan ini sejak awal, sebab tiap kali masuk organisasi atau lembaga apapun, saya tak mau hanya ada nama, tapi minim kegiatan atau kontribusi. Kalau mereka siap back up, saya pun siap," jelasnya.

Setelah menjadi Ketua, Nadalsyah, langsung membentuk pengurus daerah di seluruh Indonesia, dan akan menggebrak dengan menyelenggarakan turnament nasional GSWI Cup 1. Dimana semifinal dan final akan dilaksanakan di Muara Teweh, kalimantan Selatan, dengan subsidi penuh untuk 4 tim.

"Sejauh ini memang tetap sesuai rencana. Hal tersebut bagus untuk menggairahkan sepakbola di daerah, jadi tidak selalu di Ibukota. Katakanlah, ini juga semacam reward atas keberhasilan mereka lolos ke semifinal. Di Muara Teweh juga ada beberapa objek wisata. Mereka bisa kesana, dan mensosialisasikan lewat sosial media," terangnya.

Baca Juga :

https://www.spirit.my.id/2018/10/atlet-bolavoli-kini-sudah-banyak-yang.html

Nadalsyah meyakini GSWI akan memberi harapan baru bagi sepakbola wanita Indonsia, sebab, GSWI, diproyeksikan akan bisa memasok pemain dan pelatih untuk tim nasional. Jika kompetisi sepakbola wanita rutin digelar, niscaya akan muncul pemain-pemain berkualitas.

"Harapannya, sepakbola wanita bisa berprestasi di kancah internasional. Selain di jalur prestasi, sepakbola putri juga bisa menyentuh ke aspek yang lain. Misalnya, menekan terjadinya pernikahan usia dini akibat faktor pergaulan tidak sehat, ekonomi, atau faktor lainnya," ujarnya menutup.

(Res) 



Post a Comment for "Nadalsyah : GSWI Harapan Baru Bagi Sepakbola Wanita"