Cerita Menggelitik Dari Ibu Kembar Ini Salah Satunya Tentang Cinta

Kembar
Meski kembar tak pernah ada masalah cinta karena beda tipe serta saling menghargai.

spirit.my.id - Memiliki anak kembar merupakan sebuah anugerah. Anak kembar identik dengan lucu dan menggemaskan.

Bahkan tak sedikit orang tua yang ingin punya anak kembar tapi tak semudah yang diinginkan.

Namun dibalik wajah kembar tentu banyak cerita unik yang menarik. Seperti yang dialami oleh dua ibu kembar ini.

Kedua ibu kembar bernama Rina dan Rini dilahirkan pada tahun 1975.

Saat berojol ke dunia, hanya berbeda beberapa detik saja sehingga wajahnya hampir menyentuh 100 persen kemiripannya.

Saat bertemu redaksi, keduanya menceritakan lika liku menjadi anak kembar.

Diceritakannya, untuk urusan cinta tak ada masalah karena saling toleransi.

"Engga pernah karena kita beda kriteria, beda paradigma, beda tipe. Saya inginnya begini, dia begitu untuk pasangan hidup," kata sang kakak Rina yang diamini Rini sang adik.

Diantara kejadian unik lainnya adalah ketika mengikuti lomba kembar Nakula Sadewa tahun 1992, di Taman Mini Indonesia indah.

Dikatakan Rini, saat perlombaan merasa kulitnya hitam tapi pas lomba dibikin kaget oleh salah satu peserta dari negara lain.

"Perasaan kita tuh kulit kita hitam tapi manis tapi ternyata ada yang lebih hitam lagi. Pokoknya hitamnya engga ketulungan,yang putih kelihatan cumen giginya doang," tuturnya sambil tertawa.

Tak hanya disitu, saat semua peserta berbaris membentuk seperti rantai, hanya Rina dan Rini yang mengenakan hijab.

"Dari sekian banyak peserta hanya kita yang pake kerudung,"ucapnya.

Selain kedua cerita tadi, tentu masih banyak kisah unik lain yang menginspirasi sehingga mencapai kesuksesan seperti sekarang, yakni memiliki Yayasan dan pebisnis.

(Res)


 





1 comment for "Cerita Menggelitik Dari Ibu Kembar Ini Salah Satunya Tentang Cinta"

Comment Author Avatar
Masih banyak LGI cerita yang lebih seruuu
Terutama kisah kami di anggap tidak ada kemampuan tuk mendirikan yayasan pendidikan secara gratis karna kami terlahir dari keluarga tak mampu.tapi alhamdulilah kami bisa buktikan bahwa orang TDK mampu atau miskin bisa mewujudkan cita cita nya