Bandung Bjb Tandamata Lepas Mahkota Juara Proliga, Siapakah Yang Bertanggung Jawab Pelatih, Pemain Atau Manajemen ?

Bandung bjb Tandamata gagal di Proliga 2024, siapa yang bertanggung jawab pelatih, pemain, atau manajemen.

spirit.my.id - Selesai sudah perjuangan pasukan Bandung bjb Tandamata di arena kompetisi bola voli tertinggi di Tanah Air Proliga 2024 dengan kegagalan.

Gagalnya sang juara bertahan ini terasa menyesakan lantaran hattrick juara yang digaungkan dengan tagline Road To Hattrick tak terwujud. Mirisnya perjalanan DBlue, julukan Bandung bjb Tandamata di Proliga 2024 harus terhenti hanya sampai babak reguler alias tak menyentuh babak empat besar. Prestasi ini merupakan yang terburuk sepanjang keikutsertaannya digelaran Proliga.

Dengan babak belurnya DBlue, otomatis mahkota jawara Proliga 2 kali beruntun 2022 dan 2023, harus ditanggalkan diberikan kepada sang juara baru. 

Memang tak disangkal, bila mencermati lebih dalam, tanda-tanda kegagalan sudah terindikasi ketika skuad juara dirombak total yang hanya menyisakan 3 pemain saja. Mayoritas pemain-pemain yang telah berjasa memberikan 2 kali gelar juara hengkang ?

Di bangku pemain, tidak ada nama Wilda Siti Nurfadillah Sugandi, Nandita Ayu Salsabila, Yulis Indah Yani dan sederet nama lainnya.

Penggantinya muka-muka baru yang mayoritas masih muda yang terbilang minim pengalaman bermain di kompetisi Proliga. 

Betul secara skil dan teknik pemain muda tersebut tak kalah hebat dengan pemain lain, tapi untuk mengikuti ajang bergengsi sekelas Proliga dibutuhkan mental dan jam jerbang. Nah para pemain ini nampaknya belum siap, mental belum teruji mengakibatkan performa dilapangan tidak stabil.

Pemain senior sekelas Agustine Wulandari, Tiara Sanger, Shella Bernadheta, tidak bisa berbuat banyak dengan keadaan tim.

Di sisi lain, rekrutan pemain asing pun tak sebaik musim lalu. Di putaran kedua, salah satu pemain asing harus didepak karena kurang memberikan dampak positif diganti dengan pemain asing baru yang diharapkan bisa mengangkat performa tim. Namun nyatanya?

Bahkan posisi pelatih pun masih tetap dipercayakan kepada Alim Suseno, pelatih yang sukses berikan gelar juara 2 kali secara beruntun.

Lalu, bagaimana proses perekrutan pemain apakah keinginan pelatih ataukah manajemen?

Sampai gugurnya Bandung bjb Tandamata di fase grup, pertanyaan ini belum terjawab,  karena tidak ada informasi yang menjelaskan tentang ini.

Betul ada rumor pemilihan pemain  keinginan dari salah satu pihak saja sehingga pemain senior terdepak, tapi itu hanya sebatas rumor benar atau tidaknya tim yang tahu.

Terlepas dari semua itu, bagi sebagian pecinta bola voli, tim voli putri  Bandung bjb Tandamata sudah menjadi kebanggaan Jawa Barat layaknya Persib Bandung.

Dan semoga euforia seperti ini didengar oleh manajemen, peka dengan suara pecinta voli di Jabar (netizen).

Kini yang dirasakan pendukung DBlue adalah kecewa, sedih mungkin juga geram.

Tapi sudahlah, hasil yang diraih Proliga 2024 memang mengecewakan. Semoga di Proliga mendatang yang rencananya  akan digelar mulai Januari 2025, Bandung bjb Tandamata jeli dalam menentukan perangkat tim baik teknis maupun non teknis termasuk pemilihan pelatih dan pemain. 

Dan jika boleh merujuk untuk perbaikan kedepan, salah satu tim bisa dijadikan contoh. LavAni tidak merombak besar-besaran pemain karena sadar betul dengan mempertahankan pasukan juaranya kans hattrick bisa diraih.

Jadi siapakah yang paling bertanggung jawab atas kegagalan ini pemain, pelatih atau manajemen ?

(*)


Post a Comment for " Bandung Bjb Tandamata Lepas Mahkota Juara Proliga, Siapakah Yang Bertanggung Jawab Pelatih, Pemain Atau Manajemen ?"